Iklan

Pulsa Murah (s5 5000) | civodeposit.com

www.civodeposit.com
Bisnis Pulsa Murah Menghasilkan Jutaan Rupiah modal 20rb

Rabu, 26 Oktober 2011

humanresources.about.com

Top 15 Characteristics of a Successful Mentor Gone are the days when assigning an informal buddy to mentor a new employee meant going out to lunch. These buddies generally had no mentor training and they were clueless about their responsibilities. When making every employee successful as soon as possible became the new norm, formal organization needs from a mentor grew. A formal mentor relationship can jump start the learning curve and help a new employee succeed. These are the characteristics to seek in employees who are asked to or assigned to formally mentor new employees or employees who are new to a department or job. The required characteristics will differ somewhat in an informal mentor relationship that develops casually between two individuals. Use a Formal Mentor Process With a formal mentor process, a body of knowledge and other cultural teachings are an expectation of the mentor relationship. You will also find that a small component of the mentor relationship is evaluative in nature. In the sense that your organization is expecting employees who mentor to assess the new employee’s fit within the culture of the organization, the role evaluates the new employee. With the body of knowledge the mentor must convey, the mentor must also know whether the employee is learning the required information to succeed in his or her new job. If the employee is slow to learn or not learning, the mentor can help the department make adjustments. Seek an Informal Mentor Employees are also encouraged to seek an informal mentor for each area of expertise the employee wishes to develop or explore. The person in this mentor role is purely a coach and a teacher with no assessment responsibilities. Characteristics of a Successful Formal Mentor The assigned mentor has these characteristics. * Wants to mentor another employee and is committed to the employee’s growth and development and cultural integration. * Has the job content knowledge necessary to effectively teach a new employee significant job knowledge. * Familiar with the organization’s norms and culture. Can articulate and teach the culture. * Demonstrates honesty, integrity, and both respect for and responsibility for stewardship. * Demonstrates effective communication skills both verbally and nonverbally. * Willing to help develop another employee through guidance, feedback, and occasionally, an insistence on a particular level of performance or appropriate direction. * Initiates new ideas and fosters the employee’s willingness and ability to make changes in his or her performance based on the constant change occurring in their work environment. * Has enough emotional intelligence to be aware of their personal emotions and is sensitive to the emotions and feelings of the employee they are mentoring. * Is an individual who would be rated as “highly successful” in both their job and in navigating the organization’s culture by coworkers and managers. * Demonstrates success in establishing and maintaining professional networks and relationships, both online and offline. * Willing to communicate failures as well as successes to the mentored employee. * Able to spend an appropriate amount of time with the mentored employee. * Open to spending time with diverse individuals who may not share a common background, values, or goals. * Able to initiate conflict to ensure the employee’s successful integration into the organization. Willing to acknowledge, as a mentor, that an employee may not succeed in your organization. * Able to say when the relationship is not working and back away appropriately without regard to ego issues or the need to assign blame or gossip about the situation. If you select employees to mentor who have these characteristics, you will ensure the success of your formal mentor relationships. This, in turn, ensures the successful integration of the new employee within your work unit. More Related to Being a Mentor * Use Mentoring to Develop Employees * Mentoring and Baby Boomers * Build a Mentoring Culture More Related to Being a Mentor * Creating a Mentoring Culture * Group Mentoring * Orientation Vs. Integration New posts to the Human Resources forums: * pls read ................. * Top 7 HR Trends of 2012 * assignment Related Articles * Mentor - What Is a Mentor * Mentoring and Baby Boomers: Mentoring Is a Strategic Business Imperative * Employee - What Is an Employee * Mentor: Trusted Guide - Managing People * Mentoring - Use Mentoring to Develop Employees Susan M. Heathfield Susan M. Heathfield Human Resources Guide * Sign up for My Newsletter * Headlines * Forum Advertisement Human Resources Ads * Human Resources * Employees Motivation * Employee Management * Find a Mentor * Mentoring Ads Teach English in Taiwan$2,700/month in Tropical Taiwan Travel and Learn Mandarin, No Exp.www.Hess.com.tw/ Mentor Programmes OnlineLearn To Be A Mentor With Video Clips & Fun Games For OnlyGBP50!www.QiSkills.co.uk Rolex Mentors & ProtégésA Year of Creative Collaboration For Six Young Talents, Learn More!Rolexmentorprotege.com Butuh Motor Baru/bekas ?Disini Ribuan iklan Motor kondisi Ok Harga pas, Mampir langsung!www.berniaga.com ©2011 About.com. All rights reserved. A part of The New York Times Company.

Kamis, 13 Januari 2011

http://www.coachingindonesia.com

Tips Berguna Untuk Meraih Sukses
Motivasi Diri
Al Falaq Arsendatama

Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai life coach untuk membantu mereka yang menginginkan peningkatan kualitas karir, bisnis dan kehidupan personal. Ia juga director dan founder dari Coaching Indonesia http://www.coachingindonesia.com yang merupakan institusi coaching bagi corporate dan individu.
View all articles by Al Falaq Arsendatama
4 Kiat Untuk Tetap Termotivasi

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu?

“Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri”

Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.

Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi?

Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.

Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja.

Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:

1. Selalu konsisten

Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi.

2. Bertanggung jawab

Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama

Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.

4. Fokus pada proses, bukan tujuan

Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.

Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.

Copyright 2011 Pengembangan Diri - Motivasi, Manajemen Diri, & Spiritualitas. All rights reserved. ArticleLive Content Management Software

Minggu, 02 Januari 2011

feng shui kita 2010

Manfaatkan Air Untuk Tingkatkan Keberuntungan (Hoki)
(Ditulis oleh: Linda Kho, telah dipublikasikan Suara Merdeka, 11 Juli 2010)


Sering terlontar pertanyaan seputar letak kolam ikan, disertai pemahaman yang bermacam-macam terhadapnya. Misalnya, apakah memang benar, kolam ikan yang terletak di depan sebelah kanan rumah, dapat memicu perselingkuhan? Apakah benar, kolam harus terletak di belakang rumah/ bangunan? Apakah kolam ikan dapat meningkatkan keberuntungan finansial (hoki) penghuni rumah? Jawaban umumnya adalah benar, namun sangat tergantung pada dimana air tersebut terletak, dan bagaimana karakteristiknya.

Feng Shui, secara harafiah berarti Angin (Feng) dan Air (Shui). Dengan semikian, feng shui sangat erat kaitannya dengan aliran angin (Qi) dan keberadaan unsur air dalam sebuah bangunan. Qi, terkumpul dalam fisik air. Selain menjadi wadah bagi Qi, air juga dapat berfungsi sebagai media untuk menahan dampak negatif dari sebuah situasi yang tidak menguntungkan (Sha Qi). Oleh karena itu, air harus berada di tempat yang tepat, supaya keberadaannya memberikan dampak positif, bukan sebaliknya. Meski peranan air sedemikian penting, tidak boleh melupakan peran gunung. Karena gununglah yang menghasilkan Qi, angin membawanya, air menampung dan mengaktifkannya.

Air Internal dan Eksternal
Air yang dimaksudkan dalam artikel ini adalah air internal dan air eksternal. Air internal adalah: akuarium. Air eksternal: kolam ikan, air mancur, air terjun, kolam renang. Teori/ pedoman peletakannya sama, baik untuk internal maupun eksternal. Land property dengan halaman yang luas, dapat menggunakan air eksternal. Namun untuk halaman yang sempit dan bangunan bertingkat seperti apartemen, sebaiknya menggunakan air internal, karena memang tidak dapat leluasa dalam menempatkan air di tempat yang tepat.

Prinsip Umum
Pertama. Air yang alami, seperti danau, sungai, teluk, memiliki pengaruh yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan air buatan manusia (kolam, akuarium, selokan, air mancur). Terbentuknya gunung, bukit, sungai, teluk, merupakan akumulasi dari kekuatan energi (Qi) yang ada. Jadi, jika di lingkungan bangunan terdapat air yang alami (natural), dan yang buatan manusia, maka yang alami harus diperhatikan terlebih dahulu keberadaannya.

Kedua, Air (kolam) tidak boleh berada di titik tengah rumah. Sebagaimana diketahui dalam ilmu metafisika China, bagian tengah rumah mewakili organ tubuh jantung (elemen Api), maka keberadaan air di tengah rumah akan menekan Api, sehingga dapat menyebabkan masalah/ penyakit jantung. Buatlah sketsa denah tata letak ruangan rumah anda. Jika terdapat kolam di titik tengah bangunan, segera pindahkan.

Ketiga, kolam harus bersih. Kolam yang kotor, menjadi sumber energi Yin, yang tidak baik untuk penghuni bangunan. Bau yang tidak sedap serta pemandangan yang kotor/ acak-acakan, lambat laun akan berpengaruh negatif.
Keempat, suara yang ditimbulkan kolam tersebut jangan sampai mengganggu kamar tidur. Kamar tidur membutuhkan energi yang statis (tenang), supaya penghuni bisa beristirahat dengan baik. Jika terdapat suara air yang mengganggu, penghuni akan sering mengalami gangguan kesehatan, terutama pusing/ sakit kepala. Oleh karenanya, tidak baik meletakkan kolam (air mancur/ terjun) di sekitar kamar tidur.

Kelima, air mancur di depan rumah/ bangunan, harus masuk ke arah dalam bangunan. Qi harus ditarik masuk ke dalam bangunan. Sementara jika air terjun mengarah keluar, berarti menghalangi energi (Qi) yang hendak masuk ke dalam bangunan.

Keenam, dalam segala kondisi, hindari peletakan air di sektor Selatan, Barat, Barat Laut, Timur Laut.

Air Sha Qi dan Sheng Qi
Pada dasarnya ada lima perbedaan utama dari air yang baik (Sheng Qi) dengan air yang jahat (Sha Qi). Sheng qi: air mengalir perlahan, berkelok-kelok dan lebar, lembut, tenang, bersih dan terus menerus mengalir. Sedangkan yang Sha qi: mengalir kencang, lurus dan sempit, kasar, bergemuruh, bau dan tergenang (mandeg). Setepat-tepatnya air tersebut terletak di sebuah sektor, namun jika bersifat jahat (Sha qi), maka sektor tersebut tidak akan mendapatkan pengaruh yang positif.

Memetakan Floorplan
Sebelum mencari tahu, dimana letak air yang tepat di sebuah rumah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memetakan terlebih dahulu denah rumah tersebut. Kemudian gambar matrik 3x3, sehingga didapatkan 9 kotak/ sektor (lihat gambar 1). Ambil kompas pengukur arah, dan ukurlah secara tepat, kemana arah hadap rumah/ bangunan (bukan pintu). Catat, kemudian lihat pada table 1 dan table 2, untuk mengetahui dimana sebaiknya meletakkan air dalam sebuah bangunan.






Letak Air Yang Tepat
Letak air yang tepat, untuk bangunan yang dibangun pada periode 7 (1984-2004), dapat dilihat pada tabel 1. Sedangkan untuk bangunan periode 8 (dibangun 2004-2024), dapat dilihat pada tabel 2. Perlu diperhatikan, bahwa untuk rumah periode 8 yang menghadap Barat 2, Barat 3, Timur 2, dan Timur 3, tidak membutuhkan air untuk meningkatkan kualitas energi Qi dalam rumah tersebut.

Contoh: untuk rumah yang dibangun pada tahun 2000 (periode 7), menghadap Selatan 2. Maka letak air yang tepat berturut-turut dari yang terbaik adalah di sektor Barat Daya, Timur, Tenggara (lihat Gambar 2). Karena di sektor Barat Daya dan Tenggara adalah kamar tidur, maka air internal (akuarium) sebaiknya diletakkan di sektor Timur. Sementara jika untuk air ekternal, boleh ditempatkan di Barat Daya, Timur, ataupun Tenggara.





Lain-Lain
Untuk air internal, tidak ada aturan tentang jenis, warna, dan jumlah ikan yang ada di dalamnya. Yang lebih penting adalah air tersebut bersih dan bergerak (waterpump dan filter berfungsi dengan baik). Jadi, silahkan saja memelihara ikan sesuka hati, sejauh ikan(-ikan) tersebut terawatt dengan baik.

Kolam di kanan depan tidak picu perselingkuhan (untuk rumah periode 7 dan 8). Kecuali jika kolam terletak di depan kiri, untuk rumah periode 7 yang menghadap ke Selatan (sebagaimana pada gambar 2), maka kamar tidur 2 (yang berada di sektor Tenggara) berisiko besar jika dihuni oleh seseorang yang berstatus menikah. Adanya bintang gunung 4 dan bintang air 1, memang akan memicu perselingkuhan. Akan tetapi jika penghuni kamar tersebut belum menikah (apalagi jika masih studi), air di sebelah kiri depan (Tenggara) dan kamar tidur 2 tersebut sangat tepat.

Demikian artikel feng shui kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Salam sukses.

webmaster - feng shui kita 2010

Kamis, 29 Januari 2009

Spiritualitas manusia

Kodrat Spiritualitas Manusia

Judul: SQ: Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan Penulis: Danah Zohar dan Ian Marshall Penerbit: Mizan, Bandung Cetakan: Pertama, Maret 2001 Tebal: (xxxvi + 294) halaman.

KEBUDAYAAN manusia saat ini sedang dijangkiti penyakit yang begitu mencemaskan: keterasingan, kecemasan, keputusasaan, kekerasan, dan krisis eksistensial. Manusia yang sejak abad ke-16 mengalami revolusi pemikiran besar-besaran bersamaan dengan proyek "filsafat modern" dan "abad pencerahan", saat ini justru menghadapi setumpuk persoalan yang diciptakan sendiri secara diam-diam.Semangat humanisme Barat yang dipupuk melalui legitimasi pemikiran para filsuf, ternyata tidak serta merta mengantarkan manusia pada situasi yang damai dan membahagiakan. Di ujung perjalanan, manusia yang oleh para filsuf pencerahan-mengikuti Aristoteles-didefinisikan sebagai makhluk yang berpikir, digiring mengamini produk-produk akal: ilmu pengetahuan, teknologi, logika, dan pragmatisme.

Inilah yang oleh penulis buku SQ ini, Danah Zohar dan Ian Marshall (suami-istri), disebut dengan suatu "kebudayaan yang bodoh secara spiritual". Dalam sangkar kebudayaan yang sedemikian rupa ini, orang-orang dipaksa mengikuti definisi-definisi tentang kesuksesan dan keberhasilan yang semata-mata dipatok berdasar rasionalitas-pragmatis dan materialisme.

Melalui buku ini Zohar dan Marshall membuktikan bahwa aspek spiritual manusia adalah sesuatu yang kurang lebih bersifat kodrati. Ia bahkan mendasari gerak perubahan individu dan kebudayaan dari zaman ke zaman.

Pemikiran Zohar dan Marshall ini bertolak dari ''penemuan'' ukuran kecerdasan yang disebut SQ (spiritual quotient/spiritual intelligence, kecerdasan spiritual). Selama ini kita hanya mengenal ukuran kecerdasan yang disebut IQ (intelligence quotient, kecerdasan intelektual), dan belakangan-sejak pertengahan tahun 1990-an yang dipopulerkan oleh Daniel Goleman-kita mengenal EQ (emotional quotient, kecerdasan emosional).

Menurut Zohar dan Marshall, SQ ini adalah kecerdasan tertinggi yang memiliki daya ubah yang amat tinggi sehingga dapat mengeluarkan manusia dari situasi keterkungkungannya. SQ memungkinkan manusia menjadi kreatif mengubah aturan dan situasi dalam suatu medan tak terbatas.

Ada beberapa bukti ilmiah keberadaan SQ yang dikemukakan Zohar dan Marshall dalam buku ini. Di antaranya adalah penelitian neuropsikolog Michael Persinger di awal tahun 1990-an, dan lebih mutakhir lagi tahun 1997 oleh ahli saraf VS Ramachandran bersama timnya dari Universitas California, yang menemukan adanya God spot ("titik Tuhan") dalam otak manusia.

"Titik Tuhan" ini memang tidak membuktikan keberadaan Tuhan, tetapi menunjukkan kecenderungan otak manusia yang berkembang ke arah pencarian agenda-agenda fundamental dalam hidup, seperti rasa memiliki, masalah makna, dan nilai kehidupan.

Bukti lainnya dikutip dari penelitian neurolog Austria, Wolf Singer, pada tahun 1990-an tentang "problem ikatan" (the binding problem) yang menunjukkan adanya proses saraf dalam otak manusia yang mengarah pada usaha mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita.

Paradigma baru SQ ini menawarkan suatu cara pandang yang lebih luas dan utuh (integral dan holistik) terhadap sosok manusia. Bila selama ini tingkat IQ begitu diperhatikan sehingga tak jarang dijadikan sebagai modal awal kesuksesan hidup, maka SQ menggeser itu semua dalam suatu definisi yang sama sekali baru.

Zohar dan Marshall dalam buku ini menjelaskan bahwa cara berpikir model IQ memang merupakan salah satu bagian dari tiga cara berpikir manusia (tiga ragam kecerdasan). Akan tetapi, cara berpikir ini hanyalah seri yang lebih berkaitan dengan proses-proses rasional. Padahal, kehadiran EQ membuktikan bahwa proses-proses rasional itu pada dasarnya juga amat ditentukan secara signifikan oleh emosi (kecerdasan emosional).

SQ kemudian merupakan suatu cara berpikir yang bersifat unitif (menyatukan) dengan kemampuan membingkai-ulang dan mengontekstualisasikan pengalaman hidup manusia. SQ berusaha mengundang manusia pada puncak ketinggian untuk melihat segala persoalan hidup dari perspektif keseluruhan yang lebih luas, lebih tinggi, dan lebih dalam.

SQ menghidupkan semangat bahwa manusia tidak saja hidup dalam dunia, tetapi adalah bagian utuh dunia, sehingga setiap jengkal langkah manusia adalah bagian dari proses universal yang lebih besar.

Pada titik inilah kesadaran diri menjadi salah satu kriteria tertinggi dari kecerdasan spiritual yang tinggi. Kesadaran diri penting bagi tiap individu untuk mengembangkan dan merumuskan motif hidup bermakna, motif mencapai keutuhan, dan dalam menjalani proses perubahan yang tiada henti.

Kesadaran diri juga penting untuk menggali dan menjelajahi potensi spiritual yang dimiliki tiap manusia sehingga akhirnya dapat mengantarkan pada definisi motivasi dan tujuan hidup yang utuh.

Kehadiran buku yang menyajikan pemikiran menarik tentang kecerdasan spiritual ini menjadi penting diapresiasi ketika dilihat dari perspektif paradigmatik yang ditawarkannya. Pada aras paradigmatik, buku ini menghadirkan suatu cara pandang baru terhadap kecerdasan dan struktur psikologis manusia dan membuktikan bahwa ada semacam kodrat spiritual yang melekat dalam diri manusia yang penting untuk dikelola, karena di situlah sebenarnya napas kehidupan dapat ditemukan.

Upaya untuk melirik aspek spiritual dari sosok manusia ini menjadi penting ketika arah kebudayaan saat ini seperti tidak menyisakan ruang bagi manusia untuk berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu dari perspektif spiritual yang cerdas.

Pada satu sisi hal ini ditandai dengan kebudayaan materialistik dan konsumeristik yang semakin mendunia dan mengepung hidup keseharian manusia; pada sisi yang lain ditandai dengan cara pengungkapan spiritualitas yang tidak cerdas.

Agama sebagai salah satu corong spiritualitas belakangan ini nyaris dikebiri, dan hanya untuk kepentingan kelompok serta kekuasaan, sehingga malah melahirkan kekerasan.

Oleh karena itu, perspektif baru tentang kecerdasan spiritual ini pada akhirnya juga mendorong segenap umat beragama untuk bersikap lebih cerdas dan dewasa terhadap spirit(ualitas) agamanya masing-masing dengan bersikap yang terbuka, toleran, inklusif, serta jujur dan tulus. Dengan demikian, perspektif kecerdasan spiritual ini sebenarnya juga dapat mempertemukan berbagai tradisi keagamaan dalam suatu wilayah dialog yang lebih terbuka.

***

CATATAN kritis yang dapat diberikan terhadap buku ini adalah ketika dalam beberapa bagian buku ini berulang kali menyebut-nyebut ketiadaan hubungan antara pemikiran tentang kecerdasan spiritual ini dengan agama. Pandangan ini adalah pandangan khas Barat yang, katakanlah, "sekuler".

Selain itu, buku ini juga mirip dengan seri buku psikologi populer yang penuh dengan janji-janji dan penerapan praktis untuk meningkatkan dan memanfaatkan kecerdasan spiritual itu sendiri.

Selebihnya, buku ini tetap layak didiskusikan untuk mencermati arah baru perkembangan dunia psikologi yang seperti mulai saling menyapa dengan tradisi spiritual atau agama. Perjumpaan epistemologis ini diharapkan dapat menjadi suatu modal awal yang baik untuk arah pembangunan masa depan umat manusia di seluruh dunia yang damai dan sejahtera.

(M Mushthafa, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, alumnus Pesantren Annuqayah Sumenep, Madura)

Senin, 26 Januari 2009

Ledakan EQ

Enaknya konseling via web
Home » Biblio
Ledakan EQ
Picture:
Authors:
Steven J. Stein & Howard E. Book
Source:
Kaifa (Submitted)
Abstract:

Banyak buku membahas EQ, namun hanya sedikit -- kalaupun bukan tidak ada -- yang menghadirkan bukti ekstensif hubungan EQ dan kesuksesan. Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses menjadi istimewa karena mengungkap hasil penelitian terhadap 42.000 responden di 36 negara.

Buku ini memperlihatkan, betapa EQ dapat menekan tingkat pemborosan akibat sistem rekrutmen yang mengabaikan faktor kecerdasan emosional dan meningkatkan kinerja penjualan di perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia.

Mudah dibaca, gampang dipahami, Ledakan EQ sempat menduduki urutan ketiga dalam daftar buku bisnis terbaik versi surat kabar nasional Kanada, Globe and Mail, edisi 15 Desember 2000, mengalahkan Who Moved My Cheese. Ilustrasi dan anekdot dalam buku ini membantu pembaca mengenali, meningkatkan, dan memanfaatkan 15 prinsip kecerdasan emosional dalam konteks hubungan antarpribadi, keluarga, maupun bisnis. Kejutan EQ pada masa-masa awal kemundulannya mungkin belum lagi sirna, bagaimanapun Anda harus brsiap menerima ledakan EQ yang baru, demi memastikan kesuksesan Anda.

''Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses menjadi tambahan menyegarkan di jajaran buku-buku kecerdasan emosional. Sebuah bacaan yang memotivasi, menawarkan pandangan dan perangkat untuk keperluan pribadi maupun organisasi.'' -- Kate Cannon, Pencipta Program Training Kompetensi Emosional di Pusat Layanan Finansial Amrican Express.

Steven J. Stein, Ph.D., adalah psikolog klinis, pendiri dan Presiden Multi-Health Systems Inc. (penerbitan terkemuka di bidang tes psikologi). Manan Presiden Asosiasi Psikologi Ontario dan Asisen Profesor di Jurusan Psikiatri Universitas Toronto ini memiliki reputasi hebat sebagai pembicara topik kecerdasan emosional.

Howard E. Book, M.D., konsultan organisasi dan psikiater, anggota pendiri Associates in Workplace Consultation dan Family Firm Institute, mantan anggota dewan International Society for the Psychoanalytic Study of Organizations. Menjelajahi hampir seluruh kawasan Amerika Serikat dan Kanada untuk memberikan kuliah kecerdasan emosional, Dr. Book juga menjadi Associate Professor di Jurusan Psikiatri dan Administrasi Kesehatan Universitas Toronto.

The Six Sigma Way

http://www.pivotalresources.com/newsflash/october.html
An Implementation Blueprint for Six Sigma

If you are a business leader, manager or professional who wants to understand Six Sigma and how it can help create a more profitable organization, The Six Sigma Way is a "must have". This is the first and only book that gives specifics on how to implement Six Sigma, whether as an approach to process improvement or a complete culture change. Says one reader, "A good investment for any business planning to launch Six Sigma."

View our entire Six Sigma / Business Change Library.
Forbes named the Six Sigma Way one of the most influential books of the past 20 years.
What is Six Sigma?

1. A statistical measure of the performance of a process or a product

2. A goal that reaches near perfection for performance improvement

3. A System of management to achieve lasting business leadership and world-class results


How Can Six Sigma Help Your Business?

Six Sigma is a smarter way to manage, putting the customer first and using facts and data to drive better solutions. Companies that can consistently apply these methods and tools are much better prepared to use change as a core competency of their operations.

Six Sigma efforts target a variety of critical business objectives:

* Improving customer satisfaction
* Accelerating process cycle times and time-to-market
* Reducing defects
* Controlling variation and improving predictability
* Reducing costs – without "unintended consequences"
* Improving end-to-end process management and measurement

Improvements in these areas usually represent dramatic financial benefits to businesses, as well as opportunities to retain customers, capture new markets, and build a reputation for top-performing products and services. For a simple but thorough explanation of Six Sigma, we recommend reading What is Six Sigma?

Get more information by visiting our Six Sigma FAQ.

View our October News Flash.

You may also visit our website at the following locations:
USA & North America | UK & Europe | China

Pete Pande

Pete PandePete is the President of Pivotal Resources and author of several business books about Six Sigma and Leadership. He is also a seasoned consultant in process improvement, organization change and Six Sigma initiatives who is one of the recognized "experts" in the field. View Pete's Full Bio.

Selasa, 20 Januari 2009

The forest ranger

The forest ranger
Date of dream: Wednesday, December 24, 2003
has been viewed 140 times.
In this dream Iâ??m a forest ranger in a Tolkien inspired world. Iâ??m walking in a deep dark forest. From the very start of the dream I know that Iâ??m looking for something. Something inside of me guides me through the dark paths of the forest. When I pass a big tree I hear a bright voice above me. Itâ??s my friend Amanda in a dryad form standing on a thick tree branch wearing a green tunic and she was aiming at me with a crossbow. â??I know what you seek ranger. Follow me I shall take you to the lightâ?. She walks in front of me for quite a while. Suddenly we reach a clearing and on big stone stand a person surrounded by light. The person is an elf version of the French pop singer Lorie. She says something about a quest I most take care off.

Then I wake up.