Iklan

Pulsa Murah (s5 5000) | civodeposit.com

www.civodeposit.com
Bisnis Pulsa Murah Menghasilkan Jutaan Rupiah modal 20rb

Rabu, 26 Oktober 2011

humanresources.about.com

Top 15 Characteristics of a Successful Mentor Gone are the days when assigning an informal buddy to mentor a new employee meant going out to lunch. These buddies generally had no mentor training and they were clueless about their responsibilities. When making every employee successful as soon as possible became the new norm, formal organization needs from a mentor grew. A formal mentor relationship can jump start the learning curve and help a new employee succeed. These are the characteristics to seek in employees who are asked to or assigned to formally mentor new employees or employees who are new to a department or job. The required characteristics will differ somewhat in an informal mentor relationship that develops casually between two individuals. Use a Formal Mentor Process With a formal mentor process, a body of knowledge and other cultural teachings are an expectation of the mentor relationship. You will also find that a small component of the mentor relationship is evaluative in nature. In the sense that your organization is expecting employees who mentor to assess the new employee’s fit within the culture of the organization, the role evaluates the new employee. With the body of knowledge the mentor must convey, the mentor must also know whether the employee is learning the required information to succeed in his or her new job. If the employee is slow to learn or not learning, the mentor can help the department make adjustments. Seek an Informal Mentor Employees are also encouraged to seek an informal mentor for each area of expertise the employee wishes to develop or explore. The person in this mentor role is purely a coach and a teacher with no assessment responsibilities. Characteristics of a Successful Formal Mentor The assigned mentor has these characteristics. * Wants to mentor another employee and is committed to the employee’s growth and development and cultural integration. * Has the job content knowledge necessary to effectively teach a new employee significant job knowledge. * Familiar with the organization’s norms and culture. Can articulate and teach the culture. * Demonstrates honesty, integrity, and both respect for and responsibility for stewardship. * Demonstrates effective communication skills both verbally and nonverbally. * Willing to help develop another employee through guidance, feedback, and occasionally, an insistence on a particular level of performance or appropriate direction. * Initiates new ideas and fosters the employee’s willingness and ability to make changes in his or her performance based on the constant change occurring in their work environment. * Has enough emotional intelligence to be aware of their personal emotions and is sensitive to the emotions and feelings of the employee they are mentoring. * Is an individual who would be rated as “highly successful” in both their job and in navigating the organization’s culture by coworkers and managers. * Demonstrates success in establishing and maintaining professional networks and relationships, both online and offline. * Willing to communicate failures as well as successes to the mentored employee. * Able to spend an appropriate amount of time with the mentored employee. * Open to spending time with diverse individuals who may not share a common background, values, or goals. * Able to initiate conflict to ensure the employee’s successful integration into the organization. Willing to acknowledge, as a mentor, that an employee may not succeed in your organization. * Able to say when the relationship is not working and back away appropriately without regard to ego issues or the need to assign blame or gossip about the situation. If you select employees to mentor who have these characteristics, you will ensure the success of your formal mentor relationships. This, in turn, ensures the successful integration of the new employee within your work unit. More Related to Being a Mentor * Use Mentoring to Develop Employees * Mentoring and Baby Boomers * Build a Mentoring Culture More Related to Being a Mentor * Creating a Mentoring Culture * Group Mentoring * Orientation Vs. Integration New posts to the Human Resources forums: * pls read ................. * Top 7 HR Trends of 2012 * assignment Related Articles * Mentor - What Is a Mentor * Mentoring and Baby Boomers: Mentoring Is a Strategic Business Imperative * Employee - What Is an Employee * Mentor: Trusted Guide - Managing People * Mentoring - Use Mentoring to Develop Employees Susan M. Heathfield Susan M. Heathfield Human Resources Guide * Sign up for My Newsletter * Headlines * Forum Advertisement Human Resources Ads * Human Resources * Employees Motivation * Employee Management * Find a Mentor * Mentoring Ads Teach English in Taiwan$2,700/month in Tropical Taiwan Travel and Learn Mandarin, No Exp.www.Hess.com.tw/ Mentor Programmes OnlineLearn To Be A Mentor With Video Clips & Fun Games For OnlyGBP50!www.QiSkills.co.uk Rolex Mentors & ProtégésA Year of Creative Collaboration For Six Young Talents, Learn More!Rolexmentorprotege.com Butuh Motor Baru/bekas ?Disini Ribuan iklan Motor kondisi Ok Harga pas, Mampir langsung!www.berniaga.com ©2011 About.com. All rights reserved. A part of The New York Times Company.

Kamis, 13 Januari 2011

http://www.coachingindonesia.com

Tips Berguna Untuk Meraih Sukses
Motivasi Diri
Al Falaq Arsendatama

Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai life coach untuk membantu mereka yang menginginkan peningkatan kualitas karir, bisnis dan kehidupan personal. Ia juga director dan founder dari Coaching Indonesia http://www.coachingindonesia.com yang merupakan institusi coaching bagi corporate dan individu.
View all articles by Al Falaq Arsendatama
4 Kiat Untuk Tetap Termotivasi

Menjadi sukses adalah impian semua orang. Tentunya untuk itu diperlukan motivasi yang kuat untuk mengatasi tantangan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Motivasi ini harus ditumbuhkan dari dalam diri sendiri. Anda bisa saja membaca ratusan buku atau pergi ke puluhan seminar untuk memperoleh suntikan motivasi, namun hal yang sering terjadi adalah kenaikan emosi sesaat untuk berubah. Barangkali ini bertahan satu atau dua minggu dan setelah itu Anda merasa semuanya kembali menjadi biasa-biasa saja seperti kondisi yang lama. Pernahkah merasa begitu?

“Motivasi adalah pohon yang Anda siram dengan kedisiplinan diri”

Bagaimana caranya supaya Anda tetap termotivasi untuk bekerja mencapai tujuan yang diinginkan? Intinya motivasi adalah seni berkomunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi ini melibatkan perasaan yang Anda rasakan melalui emosi yang muncul.

Lantas apa bedanya antara perasaan dan emosi?

Contohnya begini, jika Anda merasa bersalah maka emosi yang muncul bisa ketakutan dihakimi, ingin melarikan diri, dsb. Jika Anda merasa bahagia, emosinya bisa berupa keceriaan, kegembiraan, keinginan berbagi, dsb. Emosi timbul sebagai akibat dari perasaan yang terjadi didalam diri.

Jadi sebetulnya mudah untuk hidup termotivasi. Kuncinya adalah rasakan hal-hal yang membahagiakan dan bayangkan kesuksesan yang akan Anda raih. Saya jamin Anda akan termotivasi untuk bekerja.

Selain itu ada beberapa tips yang ingin saya berikan agar Anda bisa termotivasi kapanpun dan dimanapun:

1. Selalu konsisten

Kemudahan timbul dari kebiasaan. Motivasi pun sama. Ia memerlukan kedisiplinan sehingga Anda terbiasa hidup dengan motivasi. Ada ungkapan bagus yang mengatakan, “Sesuatu yang Anda ulangi tiap hari selama 21 hari akan menjadi kebiasaan”. Saya anjurkan Anda untuk mempraktekkannya. Mulai dengan hal yang sederhana seperti tersenyum dihadapan cermin, mengatakan “Yes” sebelum bekerja, dan banyak lagi.

2. Bertanggung jawab

Anda perlu seseorang yang bersedia mengingatkan Anda untuk tetap berada di tujuan. Ia bertugas memberikan dukungan dan menjadi mitra bertukar pikiran bagi ide dan gagasan yang Anda punya. Dari sini Anda akan merasa bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik baginya. Proses mencapai tujuan menjadi lebih mudah dengan hadirnya seseorang yang menjadi cermin diri Anda.

3. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang bervisi sama

Kalau Anda mau menurunkan berat badan, pastikan Anda bersama teman-teman yang mempunyai tujuan sama. Kalau Anda ingin membangun bisnis, bertemanlah dengan orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia bisnis atau mereka yang mau memulai bisnis. Anda bisa memperoleh energi dan motivasi dari mereka. Akan sangat mudah untuk termotivasi ketika Anda memperoleh support. Apa yang Anda rasakan sebagai rintangan ketika bekerja sendiri bisa teratasi dengan bantuan dan dukungan teman-teman yang bervisi sama.

4. Fokus pada proses, bukan tujuan

Ini yang sangat penting. Seringkali Anda turun mental ketika dihadapkan pada kesulitan mencapai tujuan. Fokuslah pada proses. Setiap proses memerlukan waktu. Entah cepat, entah lambat. Tujuan Anda sudah jelas, namun perjalanan menuju kesana bisa berliku dan naik turun. Dengan fokus pada proses Anda terhindar dari beban mental karena sekarang Anda memegang kendali atas proses itu sendiri, bukan dikendalikan oleh target untuk mencapai tujuan.

Sekarang Anda lebih tahu bahwa motivasi merupakan kunci untuk meraih sukses. Yang Anda perlukan sekarang adalah kemauan kuat untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Seperti apa kata pepatah “Ada kemauan ada jalan”. Selamat mengerjakan dan jangan lupa hargai diri Anda disetiap momen keberhasilan sekecil apapun itu.

Copyright 2011 Pengembangan Diri - Motivasi, Manajemen Diri, & Spiritualitas. All rights reserved. ArticleLive Content Management Software

Minggu, 02 Januari 2011

feng shui kita 2010

Manfaatkan Air Untuk Tingkatkan Keberuntungan (Hoki)
(Ditulis oleh: Linda Kho, telah dipublikasikan Suara Merdeka, 11 Juli 2010)


Sering terlontar pertanyaan seputar letak kolam ikan, disertai pemahaman yang bermacam-macam terhadapnya. Misalnya, apakah memang benar, kolam ikan yang terletak di depan sebelah kanan rumah, dapat memicu perselingkuhan? Apakah benar, kolam harus terletak di belakang rumah/ bangunan? Apakah kolam ikan dapat meningkatkan keberuntungan finansial (hoki) penghuni rumah? Jawaban umumnya adalah benar, namun sangat tergantung pada dimana air tersebut terletak, dan bagaimana karakteristiknya.

Feng Shui, secara harafiah berarti Angin (Feng) dan Air (Shui). Dengan semikian, feng shui sangat erat kaitannya dengan aliran angin (Qi) dan keberadaan unsur air dalam sebuah bangunan. Qi, terkumpul dalam fisik air. Selain menjadi wadah bagi Qi, air juga dapat berfungsi sebagai media untuk menahan dampak negatif dari sebuah situasi yang tidak menguntungkan (Sha Qi). Oleh karena itu, air harus berada di tempat yang tepat, supaya keberadaannya memberikan dampak positif, bukan sebaliknya. Meski peranan air sedemikian penting, tidak boleh melupakan peran gunung. Karena gununglah yang menghasilkan Qi, angin membawanya, air menampung dan mengaktifkannya.

Air Internal dan Eksternal
Air yang dimaksudkan dalam artikel ini adalah air internal dan air eksternal. Air internal adalah: akuarium. Air eksternal: kolam ikan, air mancur, air terjun, kolam renang. Teori/ pedoman peletakannya sama, baik untuk internal maupun eksternal. Land property dengan halaman yang luas, dapat menggunakan air eksternal. Namun untuk halaman yang sempit dan bangunan bertingkat seperti apartemen, sebaiknya menggunakan air internal, karena memang tidak dapat leluasa dalam menempatkan air di tempat yang tepat.

Prinsip Umum
Pertama. Air yang alami, seperti danau, sungai, teluk, memiliki pengaruh yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan air buatan manusia (kolam, akuarium, selokan, air mancur). Terbentuknya gunung, bukit, sungai, teluk, merupakan akumulasi dari kekuatan energi (Qi) yang ada. Jadi, jika di lingkungan bangunan terdapat air yang alami (natural), dan yang buatan manusia, maka yang alami harus diperhatikan terlebih dahulu keberadaannya.

Kedua, Air (kolam) tidak boleh berada di titik tengah rumah. Sebagaimana diketahui dalam ilmu metafisika China, bagian tengah rumah mewakili organ tubuh jantung (elemen Api), maka keberadaan air di tengah rumah akan menekan Api, sehingga dapat menyebabkan masalah/ penyakit jantung. Buatlah sketsa denah tata letak ruangan rumah anda. Jika terdapat kolam di titik tengah bangunan, segera pindahkan.

Ketiga, kolam harus bersih. Kolam yang kotor, menjadi sumber energi Yin, yang tidak baik untuk penghuni bangunan. Bau yang tidak sedap serta pemandangan yang kotor/ acak-acakan, lambat laun akan berpengaruh negatif.
Keempat, suara yang ditimbulkan kolam tersebut jangan sampai mengganggu kamar tidur. Kamar tidur membutuhkan energi yang statis (tenang), supaya penghuni bisa beristirahat dengan baik. Jika terdapat suara air yang mengganggu, penghuni akan sering mengalami gangguan kesehatan, terutama pusing/ sakit kepala. Oleh karenanya, tidak baik meletakkan kolam (air mancur/ terjun) di sekitar kamar tidur.

Kelima, air mancur di depan rumah/ bangunan, harus masuk ke arah dalam bangunan. Qi harus ditarik masuk ke dalam bangunan. Sementara jika air terjun mengarah keluar, berarti menghalangi energi (Qi) yang hendak masuk ke dalam bangunan.

Keenam, dalam segala kondisi, hindari peletakan air di sektor Selatan, Barat, Barat Laut, Timur Laut.

Air Sha Qi dan Sheng Qi
Pada dasarnya ada lima perbedaan utama dari air yang baik (Sheng Qi) dengan air yang jahat (Sha Qi). Sheng qi: air mengalir perlahan, berkelok-kelok dan lebar, lembut, tenang, bersih dan terus menerus mengalir. Sedangkan yang Sha qi: mengalir kencang, lurus dan sempit, kasar, bergemuruh, bau dan tergenang (mandeg). Setepat-tepatnya air tersebut terletak di sebuah sektor, namun jika bersifat jahat (Sha qi), maka sektor tersebut tidak akan mendapatkan pengaruh yang positif.

Memetakan Floorplan
Sebelum mencari tahu, dimana letak air yang tepat di sebuah rumah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memetakan terlebih dahulu denah rumah tersebut. Kemudian gambar matrik 3x3, sehingga didapatkan 9 kotak/ sektor (lihat gambar 1). Ambil kompas pengukur arah, dan ukurlah secara tepat, kemana arah hadap rumah/ bangunan (bukan pintu). Catat, kemudian lihat pada table 1 dan table 2, untuk mengetahui dimana sebaiknya meletakkan air dalam sebuah bangunan.






Letak Air Yang Tepat
Letak air yang tepat, untuk bangunan yang dibangun pada periode 7 (1984-2004), dapat dilihat pada tabel 1. Sedangkan untuk bangunan periode 8 (dibangun 2004-2024), dapat dilihat pada tabel 2. Perlu diperhatikan, bahwa untuk rumah periode 8 yang menghadap Barat 2, Barat 3, Timur 2, dan Timur 3, tidak membutuhkan air untuk meningkatkan kualitas energi Qi dalam rumah tersebut.

Contoh: untuk rumah yang dibangun pada tahun 2000 (periode 7), menghadap Selatan 2. Maka letak air yang tepat berturut-turut dari yang terbaik adalah di sektor Barat Daya, Timur, Tenggara (lihat Gambar 2). Karena di sektor Barat Daya dan Tenggara adalah kamar tidur, maka air internal (akuarium) sebaiknya diletakkan di sektor Timur. Sementara jika untuk air ekternal, boleh ditempatkan di Barat Daya, Timur, ataupun Tenggara.





Lain-Lain
Untuk air internal, tidak ada aturan tentang jenis, warna, dan jumlah ikan yang ada di dalamnya. Yang lebih penting adalah air tersebut bersih dan bergerak (waterpump dan filter berfungsi dengan baik). Jadi, silahkan saja memelihara ikan sesuka hati, sejauh ikan(-ikan) tersebut terawatt dengan baik.

Kolam di kanan depan tidak picu perselingkuhan (untuk rumah periode 7 dan 8). Kecuali jika kolam terletak di depan kiri, untuk rumah periode 7 yang menghadap ke Selatan (sebagaimana pada gambar 2), maka kamar tidur 2 (yang berada di sektor Tenggara) berisiko besar jika dihuni oleh seseorang yang berstatus menikah. Adanya bintang gunung 4 dan bintang air 1, memang akan memicu perselingkuhan. Akan tetapi jika penghuni kamar tersebut belum menikah (apalagi jika masih studi), air di sebelah kiri depan (Tenggara) dan kamar tidur 2 tersebut sangat tepat.

Demikian artikel feng shui kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Salam sukses.

webmaster - feng shui kita 2010